Biaya Keaslian: Nico Tortorella dan Bethany Meyers Menghadapi Perselisihan Keluarga Karena Poliamori

25

Bagi banyak orang, musim liburan adalah waktu reuni keluarga dan tradisi. Namun, bagi aktor Nico Tortorella dan pengusaha Bethany Meyers, liburan mendatang membawa nuansa berbeda: eksklusi dan ketegangan.

Setelah 11 tahun bersama, pasangan ini vokal tentang gaya hidup poliamori mereka, sebuah keputusan yang kabarnya membuat mereka tidak diterima di perayaan keluarga tertentu—khususnya di dalam keluarga Meyers.

Konflik Antara Identitas dan Tradisi

Gesekan tersebut bermula dari keputusan pasangan tersebut untuk hidup terbuka tentang struktur hubungan non-tradisional mereka. Dalam wawancara baru-baru ini dengan People, Tortorella mencatat bahwa perhatian publik yang intens seputar hubungan mereka telah memperburuk ketegangan yang ada.

“Bethany dan saya belum tentu diterima sepenuhnya dalam perayaan keluarganya tahun ini,” Tortorella berbagi, mengutip komentar terbaru dan sensitivitas gaya hidup mereka.

Situasi ini menyoroti tren sosial yang lebih luas: semakin banyak individu yang menjauh dari norma-norma monogami, “benturan nilai” antara gaya hidup progresif dan struktur keluarga tradisional menjadi lebih jelas. Bagi banyak orang yang menjalin hubungan non-tradisional, harga dari keaslian sering kali adalah hilangnya hubungan kekeluargaan.

Mendefinisikan Hubungan Mereka

Keterbukaan pasangan bukan hanya soal jumlah pasangan, tapi juga cara mereka mendefinisikan identitas dan hubungan emosional:

  • Identitas Seksual: Tortorella mengidentifikasi dirinya sebagai panseksual, tertarik pada orang apa pun gendernya, sementara Meyers mengidentifikasi dirinya sebagai gay.
  • Batas Emosional: Meskipun keduanya terlibat dalam poliamori, pendekatan mereka berbeda. Meyers mengungkapkan kenyamanannya dengan hubungan kasual, sedangkan Tortorella menekankan hubungan energik dan emosional sebagai prasyarat untuk keintiman.
  • Menantang Narasi “Satu”: Meyers mencatat bahwa masyarakat—khususnya perempuan—dikondisikan untuk mencari satu “Pangeran Tampan”. Dia berpendapat bahwa konsep memiliki pasangan utama yang stabil sambil mempertahankan koneksi lain sering kali dipandang “terlalu berantakan” oleh mereka yang menganut naskah romantis tradisional.

Dampak Sosial dari Kehidupan Non-Tradisional

Meskipun ada kerugian pribadi karena dikesampingkan oleh keluarga, pasangan ini tetap teguh pada pilihan mereka. Tortorella menunjukkan bahwa pengalaman mereka tidaklah terisolasi, karena jutaan orang yang berada dalam hubungan non-monogami menghadapi pengucilan sosial serupa.

Dengan bersuara, pasangan ini bertujuan untuk menyoroti “pemutusan” sistematis terhadap anggota keluarga yang tidak mengikuti model hubungan konvensional.

Melihat ke Depan

Daripada mengadakan pertemuan liburan tradisional, pasangan ini berencana untuk merayakan Thanksgiving di Chicago sebelum melakukan perjalanan ke Peru untuk upacara ayahuasca—sebuah praktik yang sering digunakan untuk eksplorasi spiritual dan psikologis.


Kesimpulan
Pengalaman Nico Tortorella dan Bethany Meyers menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara politik identitas modern dan nilai-nilai keluarga tradisional. Kisah mereka mencerminkan perjuangan yang lebih besar untuk mendapatkan penerimaan di antara mereka yang memilih untuk mendefinisikan kembali batas-batas keintiman dan kemitraan.

попередня статтяPanduan Utama Memilih Inline Skate Terbaik untuk Wanita