Popularitas ikan tuna yang meleleh kembali meningkat, didorong oleh tren media sosial dan penampilan di acara-acara terkenal seperti Heated Rivalry. Tapi ini bukan sandwich biasa. Tiga koki ternama – Martha Stewart, Ina Garten, dan Ree Drummond – masing-masing menawarkan hidangan unik dari lelehan tuna klasik, yang menjadikannya jauh melampaui dasar-dasarnya.
Lelehan Tuna Zingy Martha Stewart
Pendekatan Martha Stewart berfokus pada tekstur dan rasa yang berani. Dia memulai dengan tuna putih padat dalam air, memadukannya dengan bawang merah cincang, caper, dan oregano kering untuk menambah kerumitan. Salad tuna dipadukan dengan mayones, garam, merica, dan perasan jus lemon. Oleskan di atas roti kering dengan tambahan mayo, lalu di atasnya diberi tomat dan keju provolone sebelum dipanggang hingga berbuih. Versi ini menawarkan sentuhan menyegarkan pada makanan pokok yang menenangkan.
Lelehan Tuna Mewah Ina Garten
Resep Ina Garten adalah peningkatan kekayaan. Dia lebih suka tuna yang dikemas dalam minyak zaitun, yang dia serpihan dan campur dengan seledri potong dadu, daun bawang, adas manis, jus lemon, garam, dan merica. Rahasia sebenarnya? Pasta ikan teri dicampur ke dalam mayones, menambah kedalaman umami. Oleskan di atas roti panggang, taburi dengan parutan Swiss, dan panggang sebentar sampai berwarna keemasan. Lelehan yang sudah jadi dihiasi dengan sayuran mikro untuk sentuhan yang canggih.
Lelehan Tuna Lezat Ree Drummond
Versi Ree Drummond bersandar pada kehangatan dan bumbu. Dia meningkatkan kandungan proteinnya dengan telur rebus dan menambahkan paprika cincang, bawang bombay, ketimun, dan jalapeño sebagai tambahan rasa. Campuran ini dibalut dengan mayones, mustard, dan sedikit jus acar, dibumbui dengan garam dan merica. Disendokkan ke dalam muffin Inggris, dihangatkan dalam oven, lalu di atasnya diberi keju Swiss, provolone, atau Muenster sebelum dipanggang terakhir.
Ketiga resep ini membuktikan bahwa lelehan tuna sederhana bisa menjadi sesuatu yang tidak mendasar. Pendekatan setiap koki menghadirkan profil rasa yang berbeda, membuktikan bahwa hidangan klasik pun bisa mendapatkan manfaat dari sedikit bakat kuliner.



























