Pangeran William baru-baru ini membahas tantangan pengasuhan anak modern dalam sebuah wawancara jujur dengan BBC Radio 1, mengungkapkan bahwa anak-anaknya – Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis – secara terbuka mengungkapkan perasaan mereka lebih dari yang ia harapkan. Meskipun banyak orang tua kesulitan untuk mendorong keterbukaan emosional, William terkadang merasa kewalahan dengan detail yang dibagikan anak-anaknya. Pengakuan ini menyoroti pergeseran budaya yang lebih luas dalam pendekatan ekspresi emosional, khususnya dalam Keluarga Kerajaan Inggris yang secara historis dilindungi undang-undang.
Tantangan Berbagi Berlebihan
Selama siaran 18 Februari, William mengakui bahwa anak-anaknya “terkadang terlalu banyak membicarakan emosi.” Dia menjelaskan bahwa mendengar detail ini dapat memicu keinginan naluriah untuk memperbaiki segala sesuatunya, yang merupakan reaksi umum orang tua.
“Anda merasa perlu memperbaikinya, untuk semua orang, dan menurut saya ini cukup sulit,” katanya.
Ketidaknyamanan ini bukan suatu kebetulan. Pendidikan William sendiri kemungkinan besar menekankan pengendalian emosi, suatu sifat umum pada generasi yang lebih tua. Kecenderungan untuk menekan perasaan sudah tertanam dalam latar belakang keluarganya, seperti yang ia akui saat membahas dampak konflik masa lalu seperti Perang Dunia.
Memutus Siklus
William menunjukkan bahwa generasi sebelumnya seringkali kekurangan ruang untuk mendiskusikan kesehatan mental secara terbuka, sehingga mengarah pada budaya memendam emosi.
“Mereka melihat dan mengalami beberapa hal yang sangat mengerikan sehingga tidak peduli seberapa keras Anda mencoba dan membicarakannya, hal itu tidak akan membantu siapa pun. Jadi mereka, sebagai satu generasi, memutuskan… mereka hanya menyimpannya sendiri.”
Kini, ia aktif berupaya untuk “memutus siklus itu” dengan mendorong anak-anaknya untuk berekspresi secara bebas. Upaya ini mencerminkan tren masyarakat yang lebih luas yang memprioritaskan kesejahteraan emosional, khususnya pada generasi muda.
Peran Kate Middleton
Pergeseran ke arah diskusi emosional yang terbuka juga didorong oleh Putri Kate Middleton, yang telah lama memperjuangkan kesehatan mental anak-anak. Kampanye “Membentuk Kita” menggarisbawahi dampak penting intervensi anak usia dini terhadap perkembangan emosional.
“Sangat penting… untuk mengetahui apa yang dapat kita lakukan untuk membantu membesarkan generasi masa depan yang bahagia dan sehat,” ujarnya pada tahun 2023.
Middleton secara konsisten menekankan pentingnya mendiskusikan semua perasaan, bahkan perasaan yang sulit sekalipun. Advokasinya memperkuat pesan bahwa ekspresi emosional tidak hanya sehat tetapi juga penting untuk pembangunan yang menyeluruh.
Pergeseran generasi dalam pola asuh keluarga kerajaan ini menggarisbawahi gerakan budaya yang lebih luas yang memprioritaskan kecerdasan emosional dan kesejahteraan mental. Kesediaan Pangeran William dan Putri Kate untuk mendiskusikan tantangan-tantangan ini secara terbuka menunjukkan komitmen untuk mendobrak pola lama dan membina lingkungan emosional yang lebih sehat bagi anak-anak mereka.
