Kesepakatan Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan Netflix diwarnai dengan gesekan, dengan laporan yang menunjukkan bahwa raksasa streaming tersebut merasa frustrasi dengan kurangnya transparansi mengenai proyek-proyek penting seperti wawancara Oprah dan memoar Harry, Spare. Meskipun kedua belah pihak secara terbuka menjaga hubungan positif, orang dalam menggambarkan ketegangan dan miskomunikasi.
Kejatuhan Wawancara Oprah
Pada bulan Maret 2021, Harry dan Meghan melakukan wawancara mengejutkan dengan Oprah Winfrey di CBS, menarik 17,1 juta pemirsa. Menurut Variety, para eksekutif Netflix dilaporkan “kesal” karena tidak adanya pemberitahuan sebelumnya, karena streamer mungkin menginginkan hak eksklusif atas siaran tersebut. Juru bicara pasangan tersebut menganggap hal ini salah, namun insiden tersebut menyoroti pola pengambilan keputusan independen yang mungkin tidak diantisipasi oleh Netflix.
Waktu Cadangan & Seri Dokumen
Perdebatan lainnya adalah perilisan memoar Harry, Spare, dan serial dokumenter Netflix mereka Harry & Meghan secara bersamaan. Tumpang tindih ini dilaporkan membuat co-CEO Netflix, Ted Sarandos, marah, meskipun pihak Sussex mengklaim waktunya sudah terkoordinasi. Pada akhirnya, seri dokumenter tersebut dipindahkan ke Desember 2022, dan memoar menyusul pada Januari 2023.
Perspektif yang Bertentangan
Terlepas dari ketegangan ini, Sarandos secara terbuka memuji pengaruh budaya pasangan tersebut. Dalam wawancara bulan Maret 2025 dengan Variety, dia menyatakan Meghan “diremehkan” dan mencatat dampak viral dari trailer Netflix mereka, dengan produk-produk yang ditampilkan dalam acara tersebut terjual habis secara global. Perbedaan antara frustrasi internal dan pujian eksternal menimbulkan pertanyaan tentang perasaan Netflix yang sebenarnya terhadap kemitraan ini.
Hubungan antara Netflix dan keluarga Sussex tampaknya rumit, ditandai dengan nilai dan gesekan. Apakah ketegangan-ketegangan ini dapat dikendalikan atau merupakan awal dari kehancuran, masih harus dilihat.


























